AirAsia MOVE: Lima Tren Perjalanan yang Membentuk Industri Wisata di Paruh Kedua 2026

Wisatawan semakin terencana, selektif terkait anggaran, dan mengutamakan value.

JAKARTA, 22 Juli 2026 – Di tengah dinamika ekonomi global, masyarakat Asean tetap mempertahankan minat untuk bepergian. Bedanya, wisatawan kini lebih cermat dalam merencanakan perjalanan dan mengelola pengeluaran.

Berdasarkan data pemesanan AirAsia MOVE (MOVE) untuk periode perjalanan 1 Juli–31 Desember 2026, wisatawan semakin mengedepankan perencanaan yang matang dan value dalam setiap keputusan. Mereka memilih destinasi dengan waktu tempuh yang singkat, melakukan pemesanan jauh hari, strategis menentukan waktu berlibur, serta efektif mengelola anggaran.

Berikut lima tren perjalanan yang membentuk perilaku wisatawan di kawasan hingga penghujung 2026.

1. Wisatawan makin selektif mengatur anggaran

Data MOVE memperlihatkan rata-rata pengeluaran untuk tiket pesawat sekitar 35% lebih tinggi dibandingkan pengeluaran untuk akomodasi. Fenomena ini mengindikasikan bahwa wisatawan tetap bersedia mengeluarkan lebih banyak biaya untuk mencapai destinasi yang diinginkan, namun selektif dalam memilih tempat menginap.

Mayoritas pengguna mengutamakan akomodasi yang menawarkan keseimbangan antara kenyamanan dan harga yang kompetitif. Dari satu juta pilihan hotel yang tersedia di MOVE, 76% pemesanan dilakukan pada hotel bintang tiga dan empat, mencerminkan preferensi terhadap akomodasi berkualitas dengan value terbaik.

2. Periode gajian menjadi momen favorit untuk bepergian

Hampir 40% pemesanan penerbangan melalui aplikasi MOVE dilakukan untuk keberangkatan pada tanggal 25 hingga 5 setiap bulannya, bertepatan dengan siklus penerimaan gaji di banyak negara Asean.

Pertimbangan finansial semakin memengaruhi keputusan wisatawan. Tak heran, periode gajian mendukung masyarakat untuk merealisasikan rencana liburan.

3. Destinasi jarak dekat diminati wisatawan

Wisatawan kian melirik destinasi yang mudah dijangkau untuk memaksimalkan waktu dan anggaran.

Perubahan ini tercermin dari meningkatnya pemesanan penerbangan internasional dengan durasi kurang dari empat jam sebesar 14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan kontribusi mencapai 62% dari total keseluruhan. Di tengah tetap kuatnya permintaan perjalanan domestik, minat terhadap destinasi regional yang menawarkan kemudahan akses tetap populer, tanpa mengorbankan kualitas pengalaman berwisata.

4.Wisatawan merencanakan liburan jauh hari

Data MOVE mengungkap kecenderungan pemesanan yang dilakukan lebih dari 120 hari sebelum keberangkatan, menandakan optimisme masyarakat untuk bepergian.

Tren ini diperkirakan akan terus mendorong pertumbuhan perjalanan internasional pada semester kedua 2026. Malaysia, Thailand, Indonesia, Jepang, dan Filipina diproyeksikan menjadi destinasi favorit wisatawan, didukung konektivitas penerbangan yang semakin baik, serta penawaran perjalanan yang menarik.

5. Milenial dan Gen Z jadi motor utama pertumbuhan industri

Generasi Milenial menyumbang 43% dari total pemesanan di platform, diikuti Gen Z sebesar 23%. Hal ini mengonfirmasi bahwa bepergian tetaplah bagian penting dalam menjaga keseimbangan hidup (work-life balance) bagi kedua generasi produktif. Namun, mereka semakin terukur dalam mengambil keputusan.

Ikuti perjalanan terbaru melalui Instagram @airasiamove dan nikmati promo menarik di aplikasi AirAsia MOVE yang tersedia di App Store dan Google Play Store.

***

Next
Next

5 พฤติกรรมการเดินทางที่กำลังกำหนดทิศทางการท่องเที่ยวในปี 2569